Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Selasa, 20 Oktober 2026
Antrean Binasa

S . a . n . g. P. e . r . a . m . u A . k . s . a . r . a

Karya: Agus Bachtiar K Seperti laut mati, Aku tenang mengambang basi. Nahkoda linglung hilang
Luar Barisan

Luar Barisan

Karya: Anak Bawang Terdengar derap langkah Beriring satu irama Lantunan harmoni gagah Bukan sekadar
Anak Pejabat

Anak Pejabat

Oleh: Syabaharza “Tidak ada kata lain, anakku harus ditemukan.” Seorang pria kurus dengan
Tersesat di Jalan yang Benar

Tersesat di Jalan yang Benar

Oleh: Ummi Sulis Suatu saat terjeda Mataku telah menjadi hampir buta Hatiku tetiba menumbuhkan
Hari Ini 14 Juni

Hari Ini 14 Juni

Karya: Hening Cahaya 14 Juni hari ini Ulang tahun ya, Ros Jauh langkahmu menapak, menuliskan kisah
2 Hari Sebelum Lembaran Berganti

2 Hari Sebelum Lembaran Berganti

Karya: Yanto in Action Tak terasa waktu melangkah begitu cepat Tahun 1447 H nyaris tiba di ujungnya
Sejuta Kenangan Cinta

Cinta Tidak Berpihak

Oleh: Indra Pirmana Aku tatap wajahmu penuh dusta, mulut manismu membalas kata cinta, hati busukmu
Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan

Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan

Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan Oleh: Iyek Aghnia Cahaya rembulan menerangi semesta,
Satu Pintu Menuju Dunia

Satu Pintu Menuju Dunia

Oleh: Fhyiona Vlorensya  “Kalau terus begini, lebih baik Hikuk Helawang kita hentikan saja
Riuh Seng Karat

Riuh Seng Karat

Oleh: Azza Lestari Seng karat itu bernyanyi lagi malam ini, suaranya pecah resah seperti kenangan
Realita yang Bukan Realita

Realita yang Bukan Realita

Oleh: Ummi Sulis Realita kita ini negara berkembang dengan realita kembang telah berbiji, biji
Hampa Usa Ditembung

Hampa Usa Ditembung

Pantun Menjaga Lingkungan (Bagian V) Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Men
Aroma Jogja 1994

Aroma Jogja 1994

Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K) Angan ini melenting jauh, tetiba rindu pada tanahmu.
Di Ambang Batas Kehancuran

Di Ambang Batas Kehancuran

Oleh: Kaum Pecinta Damai Lentera negeri kian meredup pasrah, Di atas altar pusaka yang mulai pecah.
Akrostik Seputar Aksara Cinta

Yuk, Mari!

Oleh: Indra
Sudah ditampilkan semua