Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Selasa, 21 Juli 2026
Hari Ini 14 Juni

Hari Ini 14 Juni

Karya: Hening Cahaya 14 Juni hari ini Ulang tahun ya, Ros Jauh langkahmu menapak, menuliskan kisah
2 Hari Sebelum Lembaran Berganti

2 Hari Sebelum Lembaran Berganti

Karya: Yanto in Action Tak terasa waktu melangkah begitu cepat Tahun 1447 H nyaris tiba di ujungnya
Sejuta Kenangan Cinta

Cinta Tidak Berpihak

Oleh: Indra Pirmana Aku tatap wajahmu penuh dusta, mulut manismu membalas kata cinta, hati busukmu
Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan

Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan

Ketika Cahaya Rembulan Menyinari Kebersamaan Oleh: Iyek Aghnia Cahaya rembulan menerangi semesta,
Satu Pintu Menuju Dunia

Satu Pintu Menuju Dunia

Oleh: Fhyiona Vlorensya  “Kalau terus begini, lebih baik Hikuk Helawang kita hentikan saja
Riuh Seng Karat

Riuh Seng Karat

Oleh: Azza Lestari Seng karat itu bernyanyi lagi malam ini, suaranya pecah resah seperti kenangan
Realita yang Bukan Realita

Realita yang Bukan Realita

Oleh: Ummi Sulis Realita kita ini negara berkembang dengan realita kembang telah berbiji, biji
Hampa Usa Ditembung

Hampa Usa Ditembung

Pantun Menjaga Lingkungan (Bagian V) Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Men
Aroma Jogja 1994

Aroma Jogja 1994

Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K) Angan ini melenting jauh, tetiba rindu pada tanahmu.
Di Ambang Batas Kehancuran

Di Ambang Batas Kehancuran

Oleh: Kaum Pecinta Damai Lentera negeri kian meredup pasrah, Di atas altar pusaka yang mulai pecah.
Yuk, Mari!

Yuk, Mari!

Oleh: Indra
Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Oleh: Hening Cahaya Apakah kita masih saling kenal? Tanyakanlah pada malam, apakah rembulan masih
Di Balik Warna-warni Dunia Mainan

Di Balik Warna-warni Dunia Mainan

Karya: Yanto in Action Di bawah langit biru berawan lembut, berdiri kayu dengan senyum tak berubah,
19 Ribu Saset per Hari

19 Ribu Saset per Hari

Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bahctiar K) ​Hantaran katamu manis… Menyenangkan, dan
Makan Siang Dijarah

Makan Siang yang Dijarah

Oleh: Kaum Pecinta Damai Awalnya adalah janji dalam piring berhias, Tentang gizi yang tumbuh,
Sudah ditampilkan semua