Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Senin, 14 September 2026

#Pekan Sastra

Senyum di Akhir

Senyum di Akhir

Karya: Laudia Syahrah Suara tak perlu tinggi untuk menjadi lantang Tak perlu menjadi paling lantang
Kapan Bapak Jualan?

Kapan Bapak Jualan?

Oleh: Syabaharza Sepeda ontel dan keranjang dagangan masih terparkir dengan rapi di halaman rumah.
Merdeka Mas Bro: Pekik Nyaring di Atas Perut Kosong

Sahur Pertama

Karya: Heru Sudrajat Lelap dalam memburu mimpi Setelah seharian Berperang melawan Haus, lapar
Asmara sekolah? Kisahnya memang sedikit kalbu Namun tak membuat hal itu berdebu Dimana hati yang kian menggebu Kini tengah menggumpal menjadi satu Aku tertegun dengan dirinya yang begitu sempurna Dengan senyuman merekah yang ia punya Tanpa celah, membuat ia tampak begitu indah Hingga mampu membuat ku terpesona Ternyata seperti ini ya rasanya? Jatuh cinta pada manusia lengkara yang sulit digapai Namun mungkin inilah sebuah meraki Yang ku pikir hanya sebatas angan mendapati Aku begitu senang melihatnya dalam diam Karna hal itu bisa membawa ku ke dalam rasa yang begitu niskala Dengan sejuta rasa yang aku miliki sekarang Kini mampu membuat ku seindah sandykala yang tenang di ujung saujana

Hanya Padamu Kutitip Rindu

Oleh: Yudha Adinata Maaf senja hari ini tak sengaja Aku melupakan indahmu yang manja Keudikanku
Membaca Isyarat di Ujung Rindu

Perempuan di Bawah Rintik Hujan

Karya: Laudia Syahrah Aku memilih diam di bawah hujan yang membasahiku perlahan di bawah rintik
Pantun Selamat Berpuasa (Bagian III)

Pantun Selamat Berpuasa (Bagian III)

Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: “Cuka’ bakso ditambah jeruk Gelugut batuk
Ayam Goreng Krispi Pedas

Ayam Goreng Krispi Pedas

Oleh: Nurul Janah Gustina – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Sore itu cerah. Namun gelap,
Bara yang Membara: Suara Hilang Tetap Bergema

Bara yang Membara: Suara Hilang Tetap Bergema

Bara yang Membara: Suara Hilang Tetap Bergema Oleh: Agus Bachtiar Kurniawan — Sang Pengulik Pena
Hikayat Jiwa

Kisah di Ramadan

Oleh: Hening Cahaya Ros Masihkah ada Tersimpan kisah Di bulan Ramadan? Diammu diam tak berarti Kau
Pantun Selamat Berpuasa (Bagian 2)

Pantun Selamat Berpuasa (Bagian 2)

Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: “Nanyak hayur banyak di pasar Ade kulat petai
Lima Kali Berjumpa, Sebulan Menjaga Hati

Lima Kali Berjumpa, Sebulan Menjaga Hati

Oleh: Yanto In Action Azan Subuh yang Menggugah Suara azan dari masjid dekat rumah menggelegar di
Perahu Buntung Pak Anto

Perahu Buntung Pak Anto

Oleh: Syabaharza Udara malam yang dingin tidak menyurutkan semangat pak Anto untuk terus mencari
Nun (8): Tersengal

Nun (8): Tersengal

Oleh: Yudha Adinata Nun Izinkan aku membacamu lewat ranting yang membisu Menunggu angin membelainya
Terhalang oleh Takdir, Lantas Kenapa Dipertemukan?

Terhalang oleh Takdir, Lantas Kenapa Dipertemukan?

Oleh: Indra Pirmana Ya Allah … Bayangan canda tawanya selalu menghantui, susah rasanya aku
Kapan Tanganmu Hilang?

Kapan Tanganmu Hilang?

Karya: Yanto In Action Di ambang pintu yang tak terlihat, Salatlah, sebelum malaikat mengetuk.
Sudah ditampilkan semua