Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Rabu, 19 Agustus 2026

#Putri Simba

Janji untuk Ayah

Janji untuk Ayah

Oleh: Putri Simba Pagi itu, udara begitu sejuk. Langit tampak pucat, dan embun masih menggantung di
Merindukanmu

Merindukanmu

Merindukanmu Oleh: Putri Simba Pagi itu udara terasa sangat indah. Angin sejuk menyapu lembut,
Bukan yang Pertama

Menulis di Ujung Jari, Menangis di Ujung Malam

Menulis di Ujung Jari, Menangis di Ujung Malam Oleh: Putri Simba Angin malam menyusup perlahan
Sehari di Kampung Adat Gebong Memarong

Sehari di Kampung Adat Gebong Memarong

Penulis: Putri Simba Rasanya seperti mimpi aku bisa menginjakkan kaki di Kampung Adat Gebong

Jejak Cinta yang Takpernah Hilang

Oleh: Putri Simba Di antara langkah kami yang kadang ragu Ada sosokmu, Bapak Nasir, S.Kom., M.M.,

Dia yang Tak Pernah Mati

Oleh: Putri Simba Ibu Kartini… Di balik senyumanmu tersimpan luka Surat-suratmu
Rindu

Dilema di Persimpangan

Karya: Putri Simba Di persimpangan senja, langkahku gemetar, Dua jalan sama-sama bergetar. Satu
Hadiah yang Kembali

Hadiah yang Kembali

Oleh: Putri Simba Siang itu, angin berembus lembut di lapangan sekolah. Dinda duduk di bangku
Mengajarkan Cinta

Mutiara Itu Hadir dalam Mimpiku

Oleh: Putri Simba Di kegelapan malam yang sepi, sunyi tanpa suara, aku, Dinda, tertidur lelap di

Mimpiku Jadi Nyata

Oleh: Putri Simba Namaku Putri Rahmawati, biasa dikenal dengan nama penanya Putri Simba, pelajar
Mengajarkan Cinta

Nasihat Mulia sang Guru

Karya: Putri Simba Kring …, suara bel masuk sekolah sudah dibunyikan dengan keras. Namun,

Kebersihan..ya Itu yang Utama

Karya: Putri Simba Tepat pukul 03.30 Wib, aku, Namira anak yang terbiasa dengan disiplin tepat
Kesombongan Ros dan Selimut Embunku

Aku yang Begitu Rapuh

Karya: Putri Simba Di balik tampilan senyumku Ada hati yang rapuh, penuh luka, Laksana kaca hampir

Jeruk Serbaguna

Karya: Putri Simba Jeruk nipis Kulitnya tidak tipis Ngupasnya dengan diiris Nasibmu untuk ditiris

Malaikat

Karya: Putri Simba Terlintas di isi kepala Apakah agama sebatas pil penenang? Dari si pesakitan
Sudah ditampilkan semua