Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Selesai)
Oleh: Meilanto
BUDAYA, Sering kali hewan buas seperti ular, musang dan mare (kucing hutan) mendekat ke kandang kemudian makan ayam dan serati.
Pada umumnya ayam yang melihat ayam lain ditangkat hewan buas akan ramai bersuara dan berusaha keluar dari reban. Ayam-ayam tersebut bebak menghindari tangkapan hewan buas.
Lahan lebak yang yang telah menjadi bebak yang ditumbuhi dengan kayu kemirai, menjadi tempat warga mulut burung punai.
Buah kayu kemirai menjadi makanan burung punai. Buah kemirai apabila telah matang akan berwarna hitam.
Cara mulut burung punai menggunakan pengati berupa burung punai betina.
Kayu kemirai dipaot (dilengkungkan) untuk meletakkan ijar-ijar dari kulit rotan yang telah dilumuri dengan pulut pada bagian ujung.
Ijar-ijar ditancapkan pada kulit kayu kemirai sebanyak mungkin. Sementara itu, burung punai betina sebagai pengati dibiarkan bertengger pada kayu lain dekat kayu kemirai yang telah diletakkan ijar-ijar.
Sebagai pengati, kaki burung punai itu diikat dengan tali yang berwarna tidak mencolok. Kayu tempat pengati bertengger disebut dengan tangkon.
Kayu tangkon harus lebih tinggi dari kayu kemirai yang telah ditancapkan pulut ijar. Sebagai pengati, burung punai harus selalu digerakkan menggunakan tali yang terhubung ke pemulut yang berada dibawah dan tersembunyi.
Tak jarang, sang pemulut harus melakukan kamuflase atau menutup diri dengan daun-daun atau membuat semacam rumah-rumahan. Burung punai pengati harus mengepak-ngepakkan sayap untuk menarik kedatangan burung punai lainnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.