Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Senin, 14 September 2026

#Pekan Sastra

Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

Oleh: Syabaharza Beberapa hari ini Hutami sangat berbeda dari segi penampilan. Baju yang dipakai
Lini Masa

Lini Masa

Oleh: hendraone habang Lahir, tumbuh, dan berkembang Memahami liku dan lubang Menapaki jalan terang
Segenggam Mimpi di Ujung Tahun

Segenggam Mimpi di Ujung Tahun

Oleh: Hening Cahaya (Puisi untuk dr Rosalin) Di ujung tahun 2025 Kususun bait bait puisi Dari
Lampu Ayam

Serial Keluarga Ummi: Lampu Ayam

Oleh: Ummi Sulis Liburan semester tiba lagi. Sebagai orang tua yang baik, tentu menjemput anaknya
Kembali ke Dunia Pendekar

Kembali ke Dunia Pendekar

Oleh: Yan Megawandi – Ketua Tradisi Lisan dan Pemerhati Budaya Bangka Belitung Seminggu terakhir,
Singgasana Tanpa Doa

Singgasana Tanpa Doa

Oleh: Ahmad Gusairi Ketika singgasana ditempati hati yang membusuk Jabatan tak lagi dibaca sebagai
Pergilah Tanpa Kata

Pergilah Tanpa Kata

Oleh: Yudha Adinata Fa, Ternyata aku tak sepenting itu Sama tak pentingnya pahit dalam kopi Karena
Ibu, Cintamu Tak Terhitung

Ibu, Cintamu Tak Terhitung

Oleh: Putri Simba Ibu… Dua puluh tahun sudah aku hidup di pelukanmu Dari tangis bayi hingga
Sambal Terasi Emak Aran

Sambal Terasi Emak Aran

Oleh: Syabaharza Di Selatan sebuah pulau. Ada desa yang mata pencaharian masyarakatnya
Pengelabuan

Pengelabuan

Oleh: Hendraone Habang Tanah retak seolah berteriak Di ladang gersang belalang bersorak Menatap iri
Gadis Penjual Timun

Gadis Penjual Timun

Oleh: Fitri Rahayu Melangkah selangkah demi selangkah Membawa keranjang berisi timun Gadis itu

Rakyat Konoha

Oleh: Ummi Sulis Jadi rakyat di Konoha ada standardisasinya Kalau tak sanggup, kata pejabat dan
Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Oleh: Hening Cahaya (Untuk dr Rosalin) Suatu saat kita akan ketemu Jangan bilang tidak Pada

Ketika yang Sementara Menjadi Berharga

Oleh: Erik Juliawan, S.Sos Pagi cerah dengan langit biru dan angin lembut membawa rasa damai,
Rindu di Ujung Waktu

Rindu di Ujung Waktu

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosalin) Kita pernah tenggelam dalam bayang bayang sepinya pelabuhan
Sudah ditampilkan semua