Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Rabu, 29 Juli 2026

#Pekan Sastra

Kita Pernah Bersama

Hanya Rasa Bergejolak

Karya: Hening Cahaya Ros Kita pernah bersama Saling tatap Bicara seadanya Berjalan seperti apa
Kau berhak lelah Namun tidak untuk berhenti Teruslah melangkah Meski bayang-bayangmu menakutimu Ketika hujan meresahkanmu Lebih baik menerobosnya Daripada berteduh di tempat yang salah

Tabir

Karya: Anak Bawang Kau berhak lelah Namun tidak untuk berhenti Teruslah melangkah Meski
Hujan Rindu

Hujan Rindu

Karya: Anak Bawang Awan kelabu, langit bergemuruh Derasnya hujan mandikan bumi Bising atap karena
Sarjana di Atas Meja, Sabun di Atas Bak

Sarjana di Atas Meja, Sabun di Atas Bak

Oleh: Kaum Pecinta Damai Di balik jas yang mulai memudar warnanya, Ia berdiri tegak menyeka debu
Rusip

Rusip

Rusip (Renungan Sumbang Ibu Pertiwi) Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar.
Merdeka Mas Bro: Pekik Nyaring di Atas Perut Kosong

Sungailiat Kotaku

Karya: Heru Sudrajat Kotaku terlelap tidur Dalam mimpi panjang Pada bisingnya kehidupan Tidak mapan
Jabak

Jabak

Jabak (Jangan Biarkan Aku Kalap) Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar.
Di Bawah Langit yang Mulai Kabur

Di Bawah Langit yang Mulai Kabur

Oleh: Hari Aprizal Di era yang arah anginnya kian tak jelas kebijakan datang seperti kabut tipis
Di luka Itu Ada Ketenangan

Di luka Itu Ada Ketenangan

Karya: Hening Cahaya Cha Cha Apa kabar? Berbulan bulan tak menyapa Yang ada kekesalanmu Sakit hati
Mimpi Warisan

Mimpi Warisan

Oleh: Syabaharza Pagi itu Warisan duduk bersama istri tercintanya. Dengan hanya memakai kaos
Pesan Diterima

Pesan Diterima

Karya: anak
Pantun Semangat Literasi (Bagian III): Santun Lantun Pantun

Pantun Semangat Literasi (Bagian III): Santun Lantun Pantun

Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Kayo baru lagak ciro Jadi beda ngade bae Maco
Putri Kulong Bakung

Putri Kulong Bakung

Oleh: Yoelchaidir — Pegiat Seni Budaya Bangka Selatan Sudah dua minggu mang To tiap Salat
Syair "Daulat Budaya, Napas Bangsa"

Syair “Daulat Budaya, Napas Bangsa”

Karya: Sukma Wijaya Bismillah pembuka tirai bicara, Syair dirangkai pusaka bangsa, Menganyam makna
Hikayat Jiwa

Hikayat Jiwa

Oleh: Fitri Rahayu Ketika jiwa meninggalkan ragamu Usah kau tanya soal rasanya yang tak semu Semua
Sudah ditampilkan semua