Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Kamis, 30 April 2026

#Pekan Sastra


Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 7

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 9

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-sidebar.php on line 1

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 39

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 41
Sambal Terasi Emak Aran

Sambal Terasi Emak Aran

Oleh: Syabaharza Di Selatan sebuah pulau. Ada desa yang mata pencaharian masyarakatnya
Pengelabuan

Pengelabuan

Oleh: Hendraone Habang Tanah retak seolah berteriak Di ladang gersang belalang bersorak Menatap iri
Gadis Penjual Timun

Gadis Penjual Timun

Oleh: Fitri Rahayu Melangkah selangkah demi selangkah Membawa keranjang berisi timun Gadis itu

Rakyat Konoha

Oleh: Ummi Sulis Jadi rakyat di Konoha ada standardisasinya Kalau tak sanggup, kata pejabat dan
Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Oleh: Hening Cahaya (Untuk dr Rosalin) Suatu saat kita akan ketemu Jangan bilang tidak Pada

Ketika yang Sementara Menjadi Berharga

Oleh: Erik Juliawan, S.Sos Pagi cerah dengan langit biru dan angin lembut membawa rasa damai,
Rindu di Ujung Waktu

Rindu di Ujung Waktu

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosalin) Kita pernah tenggelam dalam bayang bayang sepinya pelabuhan
Senandung Rinai Tengah Malam

Senandung Rinai Tengah Malam

Oleh: Fitri Rahayu Malam itu Rinai turun tak terkendali terus menyerbu Memanggil gemuruh Meluluhkan
Elegi Dedaunan

Elegi Dedaunan

Oleh: Hendraone Habang Dedaunan dibelai embun pagi Kesejukan memberi semangat kehidupan Terkadang
Kembang Melor Perkuburan

Kembang Melor Pekuburan

Kembang Melor Pekuburan Oleh: Yoelchaidir – Penyair yang Menetap di Bangka Selatan. “Ya Nak,
Lilin

Lilin

Oleh: Hendraone Habang Lilin redup, sumbu mulai pendek Seiring pendar cahaya tak lagi meluas
Waktu yang Hilang

Waktu yang Hilang

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosa) Waktu yang hilang. Terseret putaran jarum jam. Tidak akan
Panggung Kosong

Panggung Kosong

Oleh: Hendraone Habang Kita pemeran kesenian Mengungkapkan makna dengan peran Peran yang dihiasi
Belajarlah Melepaskan

Belajarlah Melepaskan

Oleh: Yudha Adinata Perjalanan ini mendaki Menuju puncak misteri hidup jangan kau pikir aroma hujan
Lidah di Panggung, Hati di Ruang Gelap

Lidah di Panggung, Hati di Ruang Gelap

Oleh: Ahmad Gusairi Negeri  ini gemar merayakan kata, para pejabat janji seperti benih yang lupa
Sudah ditampilkan semua