Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Minggu, 14 Juni 2026

#Pekan Sastra

Pulau Bangkai

Pulau Bangkai

Karya: Mo Senyum itu memberikan harapan tuk asa di mula waktu Terhampar angan nan gemilang
Aku pun Masih Belajar

Aku pun Masih Belajar

Oleh: Hari Aprizal Doamu mungkin tidak usang aku rasa ia hanya bersembunyi di celah-celah luka yang
Retak Timah di Tanah Gersang

Tanah Timah Mengulang Usia

Karya: Laudia Syahrah Di ufuk timur cahaya tumbuh Bersolek di atas laut yang biru hening Bangka
Di Ujung Senjamu

Di Ujung Senjamu

Oleh: Ummi Sulis Dirimu penuh cita-cita Harapan yang sering tertunda Ide-ide brilian mendominasi
Lelah

Lelah

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosa) Kutulis lamunan ini Saat lelap menina bobokan Lelah bawa kisah
Janji Sepasang Merpati

Janji Sepasang Merpati

Janji Sepasang Merpati Oleh: Sya-Ju Sore itu cuaca terasa masih dingin. Hujan siang tadi yang masih
Ajari Aku Cara Melupakan

Ajari Aku Cara Melupakan

Ajari Aku Cara Melupakan Oleh: Yudha Adinata Jika doa tak lagi teruntai Entah karena ada ucap yang
Misteri Sebuah Lukisan

Misteri Sebuah Lukisan

Misteri Sebuah Lukisan Oleh: Yoelchaidir “Sinis bener sorot mate ka neh biar ge ketingok sendu
Aku Harus Bicara

Aku Harus Bicara

Aku Harus Bicara Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosa) Aku harus bicara. Pada sunyi membenci.
Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Gelap Terang

Gelap Terang Karya: Zaskia Zulyadi Putri Aku tak tahu entah kemana ia kan membawa jauh Bagai ombak
Si Kecit dan Pelangi Timah

Si Kecit dan Pelangi Timah

Si Kecit dan Pelangi Timah Oleh: Putri Simba Fajar baru saja menyising di ufuk timur, langit
Anak Bawang

Anak Bawang

Oleh: Hendraone Habang Awan putih di bawah langit membiru Surya meninggi hangatkan bumi Gemuruh
2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu

2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu

2 Tahun Mengisi Halaman Pekan Sastra, Laudia Bukukan Puisinya dalam Jejak Angin di Halaman Waktu
Izin Tinggal

Persimpangan Tak Lagi Bernama

Oleh: Aqila Aliya Chandra Di persimpangan itu, aku kembali tempat yang dulu bernapas dengan tawa,
C.A.H.A.Y.A.

C.A.H.A.Y.A

C.A.H.A.Y.A Oleh: Zaskia Zulyadi Putri Kata bulan, ada yang lebih terang darinya Mungkin itu
Sudah ditampilkan semua